Sunday, August 20, 2017

5 Tips Agar Tidak Menjadi Mahasiswa Abadi

Mahasiswa abadi merupakan istilah buat mahasiswa yang terlalu lama menempuh perkuliahan. Untuk program sarjana yang wajarnya hanya ditempuh selama empat hingga lima tahun, untuk mahasiswa abadi bisa sampai tujuh tahun. Padahal, untuk beberapa universitas terkemuka sekarang sudah memberlakukan sistem DO alias dikeluarkan tanpa menyandang gelar sarjana. Kamu tentunya tidak ingin hal ini terjadi padamu, bukan? Bukan hanya membuatmu malu, bahkan hingga depresi, namun juga membuat orang tua kalang kabut mencarikan dana untuk kuliahmu. Oleh karena itu, biar Kamu tidak termasuk orang yang menyandang gelar mahasiswa abadi, ikuti tips-tips berikut ini.
Foto: pixabay.com
1. Rencanakan sejak Dini SKS yang Harus Dipenuhi
Pada awal masuk kuliah, setiap mahasiswa biasanya akan diberi seluruh mata kuliah yang disediakan, baik wajib ditempuh maupun tidak, untuk setiap semesternya. Nah, agar Kamu tidak mengalami kemoloran masa kuliah, rencanakan dan pilih secara matang mata kuliah apa saja yang akan Kamu tempuh. Biasanya, untuk awal-awal semester, semua mata kuliah masih yang diwajibkan pihak kampus. Kamu tinggal mengikutinya. Namun, untuk semester selanjutnya, hanya beberapa mata kuliah yang wajib dijalani, selebihnya pilihan Kamu sendiri. Itulah yang harus Kamu pilih dengan matang sesuai keinginan dan kemampuan. Selain itu, bulatkan tekad agar selalu mendapat nilai maksimal setiap mata kuliah yang Kamu ikuti agar tidak harus mengulangnya di semester lain. Ingat, nilai IP sangat menentukan jumlah SKS yang akan Kamu tempuh di semester selanjutnya. Semakin sedikit IP Kamu, semakin sedikit SKS yang bisa Kamu ambil. Ini artinya, semakin lama Kamu bisa mencapai target SKS untuk bisa lulus.

2. Mengikuti Semester Pendek
Untuk Kamu yang mempunyai otak encer, untuk mendapatkan nilai di atas rata-rata di semua mata kuliah mungkin bukan masalah yang sulit. Namun, bagi Kamu yang mempunyai otak pas-pasan, sudah barang tentu dibutuhkan banyak perjuangan untuk mendapatkan nilai bagus. Dan, sudah menjadi wajar jika ada beberapa mata kuliah yang mendapat nilai kurang memuaskan. Jika Kamu akhirnya mengalami hal ini, lebih baik ulang mata kuliah tersebut di semester pendek, bukan di semester reguler. Dengan begitu, di semester reguler, Kamu tetap bisa mengambil mata kuliah baru dengan maksimal.

3. Jangan Menunda Mengerjakan Skripsi
Di akhir masa kuliah, mahasiswa diwajibkan untuk menuliskan skripsi sebagai aplikasi dari ilmu yang sudah diperolehnya selama berkuliah. Dan, biasanya inilah yang menjadi momok bagi setiap mahasiswa. Bagaimana tidak? Skripsi bukan hanya saja menguji keilmuanmu sebagai mahasiswa, namun juga mental Kamu saat berhadapan dengan pembimbing maupun penguji saat sidang skripsi. Bolak-balik berkonsultasi dengan pembimbing skripsi yang terkadang killer dan super sibuk, hingga harus selalu melakukan revisi akibat kesalahan yang Kamu tulis selama bimbingan, terkadang membuat emosi mudamu bergejolak. Ujung-ujungnya rasa malas melakukan bimbingan pun muncul. Rasa seperti inilah yang harus Kamu lawan. Untuk lebih meringankan beban skripsi yang memang pada dasarnya berat ini adalah dengan mencicilnya. Pastikan setiap hari Kamu berusaha untuk bisa menulis minimal satu paragraf untuk skripsimu. Ingat, skripsimu tidak akan rampung dengan sendirinya tanpa Kamu menyentuhnya.

4. Pandai Membagi Waktu antara Kuliah dan Berorganisasi atau Bekerja
Buat Kamu yang gemar mengikuti kegiatan kemahasiswaan atau bekerja, harus pandai-pandi membagi waktu. Apa pun yang terjadi, mengikuti perkuliahan tetap menjadi prioritas utama Kamu di kampus. Jika Kamu sebagai orang penting dalam menentukan berlangsungnya kegiatan, buatlah jadwal yang tidak bersamaan dengan jadwal kuliah. Namun, jika Kamu tidak kuasa untuk mengubahnya, mintalah ijin untuk mengikuti kuliah terlebih dahulu, baru mengikuti kegiatan. Jangan jadikan kegiatan organisasi atau bekerjamu sebagai alasan untuk tidak mengikuti jadwal perkuliahan.

5. Rajin Masuk Kuliah dan Berkomunikasi dengan Dosen
Salah satu bahan pertimbangan seorang dosen memberi nilai kepada mahasiswanya adalah kerajinannya dalam masuk kelas dan keaktifannya selama perkuliahan berlangsung. Oleh karena itu, rajinlah masuk kuliah. Jangan biarkan absenmu kosong karena Kamu enggan masuk. Jika ada materi yang tidak Kamu pahami, jangan sungkan untuk bertanya, baik di dalam maupun luar kelas. Dengan begitu, dosen akan sangat membantumu agar tidak menjadimahasiswa abadi.

Advertisements