Monday, May 22, 2017

4 Tahapan Penting Dalam Karir Dosen Menurut Peraturan Menpan RB 2013

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB RI) dan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki peraturan tentang jenjang karir seorang dosen. Ada 3 jenis jenjang karir yaitu:
  • Karir Kepegawaian: Penata Muda – III/A s/d Pembina Utama – IV/E
  • Karir Fungsional: Asisten Ahli s/d Guru Besar
  • Karir Struktural: Anggota Tim/Kelompok Kerja s/d Rektor
Tulisan ini akan membahas karir fungsional seorang dosen. Dosen sebenarnya adalah sebutan dari guru. Sebutannya menjadi prestise karena tidak semua orang bisa mencapai level ini. Muridnya disebut mahasiswa, generasi muda di tingkat yang paling tinggi jenjangnya. Sehingga tidak heran, masyarakat menganggap bahwa karier dan penghasilan dosen sangat menjamin masa depan.

Seorang dosen membutuhkan perjuangan yang sangat panjang untuk meraih gelar sesuai kebutuhan. Berdasarkan peraturan pemerintah yaitu , terdapat 4 tahap dalam jenjang karir fungsional dosen dari awal hingga pensiun, sebagai berikut:



1. Asisten AhliInilah jabatan fungsional akademik karier dosen yang diajukan untuk pertama kalinya. Jabatan fungsional  Asisten Ahli. Meskipun ini jabatan fungsional akademik pertama atau terendah, tentu tidaklah mudah meraihnya. Setelah persyaratan lengkap, dilakukan pengajuan diri kepada rektor perguruan tinggi. Syarat pertama adalah  pengukuran terhadap pengalaman kerja. Sebelum diangkat menjadi Asisten Ahli, dosen harus memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya selama 1 tahun.

Agar bisa dan boleh mengajar, seorang dosen harus menempuh pendidikan S2 terlebih dahulu. Seorang sarjana S1 tidak boleh mengajar, kecuali hanya membantu, atau menjadi asisten dosen. Jurusan yang ditempuh di jenjang pasca sarjana harus sesuai dengan mata kuliah yang diampu.  Setelah mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian pada masyarakat akan meraih minimal 10 angka kredit diluar nilai kredit ijazah.
Perhitungan angka kredit dilakukan sebelum menjadi dosen tetap yaitu dalam hal karya penelitian, pengabdian masyarakat, dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Apa itu angka kredit?
Salah satu persyaratan pokok dalam pengajuan jabatan fungsional adalah angka kredit. Angka kredit merupakan nilai yang diberikan dati tiap kegiatan yang telah ditetapkan berdasarkan penilaian prestasi yang telah dicapai seorang dosen.

2. LektorLektor merupakan jabatan fungsional satu tingkat lebih tinggi dari pada Asisten Ahli. Pertama yang menjadi syarat utama jabatan lektor adalah pengalaman kerja. Sekurang-kurangnya selama 1 tahun sebagai dosen tetap,  dan dilampiri bukti penyelesaian studi S2 berupa ijazah.  Angka kredit yang harus dicapai sekurang-kurangnya adalah 25. Kinerja, tanggung jawab kerja, dan tata karma juga menjadi perhitungan dalam pemenuhan persyaratan untuk pengajuan jabatan fungsional.  Penilaian kinerja di tetapkan dalam Rapat Penimbangan Senat Fakultas/ Universitas.

3. Lektor KepalaLektor Kepala merupakan tingkatan jabatan fungsional selanjutnya setelah jabatan Lektor tercapai. Syarat untuk naik jabatan menjadi Lektor Kepala yang pertama adalah pengalaman mengajar dan menduduki jabatan sebagai Lektor, sekurang-kurangnya selama 2 tahun. Di level ini, setidaknya harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau secara internasional sebagai penulis pertama untuk yang memiliki kualifikasi akademik doktor.

4. Guru BesarJabatan fungsional Guru Besar adalah jabatan tertinggi di dunia akademik. Syarat yang pertama dalam rangka kenaikan jabatan fungsional menjadi Guru Besar adalah pengalaman mengajar yang minimal 10 tahun sebagai dosen tetap di Perguruan Tinggi. Saat ini, seorang guru besar harus berkualifikasi doktor (S3). Paling cepat, jabatan guru besar dapat diajukan 3 tahun setelah mendapat ijazah doktor tersebut.


Demikianlah 4 tahapan dalam jenjang karir dosen. Jenjang ini ditetapkan untuk mendorong fungsi dosen lebih optimal, menunjukkan prestasi dan kinerja yang terukur dan berkualitas. Sehingga bukan hanya diakui kemampuan dan kepakarannya ditingkat nasional, namun juga dapat bersaing secara internasional.

Jenjang karir yang jelas akan mendorong dosen berubah kearah yang lebih maju, bekerja keras dalam menyempurnakan pendidikan dan menunjukkan profesionalitasnya dalam tridharma perguruan tinggi. *

Advertisements